Andik Vermansyah (lahir 23 November 1991; umur 20 tahun) adalah pemain sepak bola asal Jember, Jawa Timur, Indonesia yang saat ini bermain untuk klub Persebaya 1927.
Andik adalah satu-satunya pemain indonesia yang berhasil mendapatkan kaus David Beckham saat pertandingan uji coba Indonesia melawan LA Galaxy di stadion Gelora Bung Karno, Beckham mengaku merasa bersalah karena sempat melakukan tackling keras kepada Andik yang saat itu berupaya menembus pertahanan LA Galaxy dengan kecepatannya. Media massa di Portugal menyebut Andik 'Messinya Indonesia'.Andik juga dikabarkan tengah diincar klub Serie A Novara dan klub serie B Reggina.
Gol internasional
Andik Vermansyah: Gol Internasional U-21
| Gol | Tanggal | Tempat | Lawan | Skor | Hasil | Kompetisi |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 24 Februari 2012 | Track & Field Sports Complex, Bandar Seri Begawan, Brunei | 0–1 | 0–2 | 2012 Hassanal Bolkiah Trophy | |
| 1 | 28 Februari 2012 | Stadion Sultan Hassanal Bolkiah, Bandar Seri Begawan, Brunei | 0–1 | 3–1 | 2012 Hassanal Bolkiah Trophy |
Andik Vermansyah: Gol Internasional U-23
| Gol | Tanggal | Tempat | Lawan | Skor | Hasil | Kompetisi |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 7 November 2011 | Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Indonesia | 5–0 | 6–0 | SEA Games |
Prestasi
- 2011 Perak SEA Games 2011
- 2008 Perunggu POM ASEAN (Timnas Mahasiswa)
- 2008 Emas PON XVII Kaltim (Jatim)
- 2007 Emas Porprov I (Kota Surabaya)
- 2007 Juara Liga Remaja Regional Jatim (Persebaya U-18)
Aksinya yang brilian terlihat jelas saat membela Timnas U-23 saat melawan Kamboja di laga perdana SEA Games XXVI tahun 2011, Senin lalu. Dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 6-0 untuk Indonesia itu, kecepatan dan kelincahan Andik mampu mengobrak-abrik pertahanan lawan hingga membuahkan satu gol dan memberikan satu umpan indah yang berujung pada gol terakhir untuk Indonesia.
Andik yang masuk menggantikan Ferdinand Sinaga pada menit ke-61 langsung menunjukkan kualitasnya sebagai pemain yang mengandalkan kecepatan. Pada menit ke-80, pemain bernomor punggung 21 ini berlari dengan sangat cepat sambil membawa bola dan berhasil melewati satu gelandang bertahan Kamboja ke dalam kotak penalti Kamboja.
Insting tajamnya pun bermain. Melihat celah yang terhampar, tanpa pikir panjang Andik segera menembakkan bola dengan keras dari kaki kanannya. Kiper Kamboja pun tak kuasa menahan bola yang melaju deras ke arah gawangnya.
Empat menit kemudian, aksinya kembali berbahaya. Menerima bola dari Stevie Bonsapia, Andik berlari seperti kijang meninggalkan para pemain lawan dan mendekati gawang Kamboja. Namun, meski berada dalam posisi yang memungkinkan untuk mencetak gol, pemain yang membela Persebaya 1927 ini justru tidak bersikap egois. Dia memberikan umpan kepada Ramdhani Lestaluhu yang berada dalam posisi lebih menguntungkan. Gol keenam untuk Indonesia pun tercipta.
Andik menyadari betul kelebihannya itu. Kecepatan menjadi andalan utamanya dalam bermain sepak bola. Namun, itu pun tidak diperolehnya dengan mudah. Pemain dengan tinggi badan 162 cm ini harus berlatih keras untuk sampai pada tingkat kecepatan tertingginya.
Latihan berlari tak hanya dilakukannya di lapangan. Andik biasa melakoni latihan berlari dengan menaiki tangga, baik tangga jembatan maupun tangga di mal. Pernah pula dia beradu cepat dengan taksi.
“Pernah waktu itu aku lomba sampai lima kali, setelahnya aku langsung muntah-muntah ha-ha-ha…,” kata pria berusia 19 tahun ini sambil tertawa.
Kecepatan, kelincahan, dan kemampuan dribling yang di atas rata-rata membuat Andik mendapat julukan “Lionel Messi” dari Surabaya. Dia mengaku senang disamakan dengan Messi. Namun, dengan rendah hati, pemain yang justru mengidolakan Cristiano Ronaldo ini menekankan bahwa dirinya tak sehebat striker Argentina andalan Barcelona tersebut.
“Saat aku bermain, para Bonek selalu teriak ‘Messi… Messi… Messi’. Saya senang dipanggil Messi, tapi kan beda jauh,” ujarnya lugu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar